KULIAH KERJA INDUSTRI/ ON THE JOB TRAINNING

KKI/OJT  meliputi berbagai bidang kegiatan, seperti:

  1. Kegiatan melakukan pekerjaan teknis, seperti merebus, memotong, menggoreng.
  2. Kegiatan pengamatan atau observasi, seperti melihat dari dekat cara membuat Transfer Order, cara mendelegasikan wewenang, cara menangani problem.
  3. Kegiatan pendataan, seperti mencatat resep, menulis teori tambahan, mencatat problem yang menonjol di section tertentu, membuat skema lay­out dapur.
  4. Kegiatan dokumentasi, seperti membuat foto-foto ruangan, foto makanan, foto proses pengolahan.
  5. Kegiatan human-relation atau hubungan atarmanusia yang bekerja dalam lingkungan kerja setempat, misalnya wawancara, diskusi, tukar pendapat dengan sesama Trainees, atasan, rekan sekerja serta tokoh-tokoh sentral hotel (Food and Beverage Manager, General Manager, Chef, Sous Chef, Restaurant Manager).

 

MANFAAT

Beberapa manfaat peserta tranning/OJT itu antara lain:

  1. Basis Moral dan Motivasi
:  Mahasiswa yang melengkapi pengetahuannya dengan berbagai training akan merasakan manfaat yang berkaitan dengan moral, disiplin dan motivasi. Training merupakan tempat pembentukan karakter kerja yang dapat menjadi modal untuk mahasiswa bila kelak bekerja.
  1. Efisiensi
:  Mereka yang melaksanakan training dengan sungguh­-sungguh akan menemukan cara untuk berbuat, berpikir dan belajar secara efisien. Pengalaman di tempat kerja memberikan dasar yang baik untuk mengembangkan sikap efisien.
  1. Luasnya Hubungan
:  Masa training memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk berjumpa dengan orang­ orang dan lingkungan lain, yang akan memperluas pergaulan dan memungkinkan datangnya banyak peluang.
  1. Profesionalisme
:  Training yang utuh, konsisten dan berjangka lama, akan dapat mencetak calon pekerja yang profesional. Pekerja yang konsisten menggeluti satu bidang akan mampu mencapai tingkatan profesional secara teori dan praktek
  1. Job Advancement
:  Mereka yang mampu menyelesaikan training dengan baik mungkin akan mendapat kemudahan dalam mencari pekerjaan atau profesi yang dipilihnya. Tempat kerja praktek mungkin akan menawarkan untuk menjadi kader pekerja jika prestasi trainingnya meyakinkan

 

PERSIAPAN PRA- KKI/OJT

Persiapan Administratif

Untuk persiapan administratif ini lembaga pendidikan harus berkomunikasi dengan hotel untuk memperoleh informasi sehubungan dengan pengiriman Trainee. Informasi yang dikumpulkan itu harus cukup dan berfaedah sehingga program KKI/OJT dapat disusun secara efektif.

Data-data itu antara lain:

  1. Kesediaan hotel dalam menerima Trainee.
  2. Persyaratan biaya.
  3. Waktu yang diijinkan (ada saat hotel penuh tamu dan ada pula saat sepi, di mana hotel kekurangan kegiatan. Dapat juga masih banyak Trainee lain yang berlatih dan belum selesai dengan KKI/OJT-nya.
  4. Jumlah peserta maksimal yang diijinkan:
  5. Masalah logding, transport, sertifikat, uniform, dan yang lainnya.

Persiapan administratif juga meliputi pendaftaran untuk KKI/OJT, yang dilaksanakan oleh lembaga pendidikan kepada hotel, dalam hal ini yang kompeten di hotel, yaitu bagian Diktat.

 

Persiapan Teknis

Yang termasuk persiapan secara teknis adalah sebagai berikut:

  1. Map Training

Berisi alat untuk mencatat, seperti notes, ballpoint, Kartu Trainee, kartu identitas lain, jadwal training.

  1. Training Bag

Tas serbaguna yang dapat dipakai untuk membawa uniform, map, alat-alat lain yang berhubungan dengan training.

  1. Alat Rekaman

Alat perekam dengan asesorinya, seperti perekam gambar, (alat foto, video camera) atau rekam suara (tape recorder) yang diperlukan untuk wawancara atau kuliah lisan.

  1. Alat Kerja

Untuk bagian dapur, Trainee memerlukan alat kerja kecil, seperti pisau kecil (paring knife) untuk mengupas. Untuk training di kantor perlu kalkulator. Ini untuk menjaga agar Trainee tidak mengganggu alat-alat milik pegawai lain.

Di luar negeri, pekerja Kitchen harus membawa pisau dan rumah, karena tidak disediakan oleh hotel.

  1. Name-Tag

Name tag, atau tanda nama dan nomor mahasiswa, dipasang di dada kanan, sedang badge training di dada kiri.

 

  1. Pakaian pribadi dan lain-lain alat pribadi

Karena peserta dipastikan akan meninggalkan rumah, jika tempat KKI/OJT di luar kota, ia perlu mempersiapkan alat secukupnya agar tak merepotkan diri sendiri di tempat baru. Alat ini disimpan bersama pakaian pribadi di kopor masing-masing, termasuk di dalamnya obat­-obatan PPPK.

 

Persiapan Mental Psikologis

Persiapan mental-psikologis sangat penting karena dalam masa KKI/OJT peserta akan menghadapi aneka keadaan dan tantangan lingkungan yang mungkin sangat berbeda dengan keadaan di sekitar kampus atau di rumah sendiri. Hal itu mungkin akan mengakibatkan sedikit goncangan dan salah satu cara mencegahnya adalah dengan mempersiapkan mental-psikologis mereka terlebih dulu, sebelum diterjunkan ke arena KKI/OJT.

Untuk menyiapkan mental-psikologis para Trainee ini ada bermacam-macam cara. Yang penting harus ada briefing, yang minimun mencakup masalah-masalah yang sekiranya akan ditemui.

Yang harus diketengahkan dalam briefing antara lain:

  1. Disiplin

Bahwa kunci sukses suatu PKL adalah disiplin. Tanpa disiplin PKL hanya akan menjadi sekedar piknik, iseng, hura-hura dan kerja serampangan yang mengganggu lingkungan kerja.

  1. Moral dan susila

Dalam masa KKI/OJT nama almamater dipertaruhkan. Jika peserta KKI/OJT berbuat sesuatu yang melanggar nilai-nilai moral dan susila, apalagi melakukan kejahatan, pencurian, pemakaian narkotika, minuman keras, corat-coret di lingkungan hotel, membuat gaduh di pondokan dan berbagai perbuatan tercela lainnya, nama almamater pasti akan hancur.

  1. Identitas diri

Harus ditekankan betapa pentingnya membawa identitas lengkap seperti KTP, SIM, Kartu Mahasiswa, Surat Jalan, dan Surat Bebas Narkotik (jika hotel yang bersangkutan menghendakinya). Surat ini sangat diperlukan bilamana peserta mengalami kecelakaan, kerepotan, atau hal-hal yang di luar dugaan lainnya. Bila Trainee membawanya, penolong tak akan mengalami kesulitan untuk menghubungi keluarga atau teman.

  1. Hubungan dengan pegawai hotel Peserta harus ditekankan agar menghormati lingkungan tempat mereka berlatih dengan bergaul sebaik-seharmonis mungkin dengan para pegawai, tidak menonjolkan asal-muasal, tingkat pendidikan, gelar maupun pengalamannya. Usahakan agar tidak menyakiti hati pegawai dengan gurauan, celaan, pembicaraan yang kurang pada tempatnya, dan hal-hal lain yang kurang baik.
  2. Finansial

Peserta diminta tidak memboroskan bekal, hura-hura kelewat batas sehingga memancing kecemburuan lingkungan sosial, serta wajib menolong siapa saja yang kebetulan terdesak masalah keuangan dan agar saling menolong dalam mengatasi masalah bersama.

  1. Masalah-masalah lain yang oleh lembaga pendidikan dianggap perlu disampaikan.

Cara penyampaian dapat diatur dalam bentuk briefing singkat saat akan berangkat,      kuliah umum, santiaji, pemantapan, atau yang lain.

 

Persiapan Materiil

Persiapan secara materiil sangat perlu untuk mengatasi hal-hal yang berkaitan dengan keuangan, seperti biaya ekstra, uang rekreasi yang tak terduga, tambahan biaya fotocopy, dan biaya yang mungkin tak direncanakan. Peserta perlu membawa cadangan dana agar tidak merepotkan peserta lain.

 

Persiapan Lain

Di luar persiapan yang tersebut di atas, masih dapat direncanakan persiapan lainnya demi kelancaran kegiatan KKI/OJT.